Kamis, 08 Maret 2018

ADISTYA MAHARANI




Penasaran Ikut Pemilu

TAHUN 2018 adalah tahun yang menentukan masa depan Bondowoso lima tahun kedepan. Ya hajatan demokrasi tersebut dinanti pemilin baru seperti Adistya Maharani. Bahkan, penasaran bagaimana rasanya ikut menyuarakan lewat pencoblosan nanti.


Meski Adis tak bisa mencoblos di Pilkada 2018 ini, karena usianya masih 15 tahun. Dia punya kesempatan di Pileg dan Pilres 2019 depan. Menurut dia, ada peran bagi pemilih pemula saat ini. Cukup ikut dalam partisipasi perekaman data E KTP itu sangat membantu kesuksesan Pemilu.

Jika tidak melakukan perekaman, maka suara rakyat untuk memilih pemimpin tidak bulat sepenuhnya. Meski Adis saat ini masih berstatus pelajar, dia pun ingin ada pembelajaran politik yang benar, dan baik. Tidak melulu, mencoblos, mendukung dan di dukung semata. “Tujuan pemilu ini baik, kalau tidak baik tidak akan ada pemilu,” katanya.

Sehingga, kata dia, anggapan politik di pemuda itu baik. Jika, banyak pemuda beranggapan politik ini buruk juga bahaya untuk bangsa ini. Rasanya cuek untuk siapa pemimpin bangsa akan muncul. Adis menambahkan, memilih anggota dewan hingga presiden pun kini dari rakyat. “Memimpin jangan seenaknya saja sendiri,” imbuhnya.

Walau Adis tak pernah ikut Pemilu, tapi dia juga tahu bagaimana bagi-bagi uang itu terjadi saat jelang Pemilu berlangsung. Menurut dia, warga itu jangan mau di bodohi tapi berilah dia berwawasan luas, pintar, dan cerdas. “Kalau dikasih uang di ambil saja, anggap itu infaq. Tapi tidak harus di pilih yang memberi. Pilihan menurut hati nurani, dan yang terbaik untuk bangsa ini,” pungkasnya. (dwi/wah)

Sumber : JP-RI Jumat 19 Januari 2017

Di ketik ulang oleh : As

Tidak ada komentar:

Posting Komentar