Penasaran
Ikut Pemilu
TAHUN 2018 adalah tahun yang menentukan
masa depan Bondowoso lima tahun kedepan. Ya hajatan demokrasi tersebut dinanti
pemilin baru seperti Adistya Maharani. Bahkan, penasaran bagaimana rasanya ikut
menyuarakan lewat pencoblosan nanti.
Meski Adis
tak bisa mencoblos di Pilkada 2018 ini, karena usianya masih 15 tahun. Dia
punya kesempatan di Pileg dan Pilres 2019 depan. Menurut dia, ada peran bagi
pemilih pemula saat ini. Cukup ikut dalam partisipasi perekaman data E KTP itu
sangat membantu kesuksesan Pemilu.
Jika tidak
melakukan perekaman, maka suara rakyat untuk memilih pemimpin tidak bulat
sepenuhnya. Meski Adis saat ini masih berstatus pelajar, dia pun ingin ada
pembelajaran politik yang benar, dan baik. Tidak melulu, mencoblos, mendukung
dan di dukung semata. “Tujuan pemilu ini baik, kalau tidak baik tidak akan ada
pemilu,” katanya.
Sehingga,
kata dia, anggapan politik di pemuda itu baik. Jika, banyak pemuda beranggapan
politik ini buruk juga bahaya untuk bangsa ini. Rasanya cuek untuk siapa
pemimpin bangsa akan muncul. Adis menambahkan, memilih anggota dewan hingga
presiden pun kini dari rakyat. “Memimpin jangan seenaknya saja sendiri,”
imbuhnya.
Walau Adis
tak pernah ikut Pemilu, tapi dia juga tahu bagaimana bagi-bagi uang itu terjadi
saat jelang Pemilu berlangsung. Menurut dia, warga itu jangan mau di bodohi
tapi berilah dia berwawasan luas, pintar, dan cerdas. “Kalau dikasih uang di
ambil saja, anggap itu infaq. Tapi tidak harus di pilih yang memberi. Pilihan
menurut hati nurani, dan yang terbaik untuk bangsa ini,” pungkasnya. (dwi/wah)
Sumber : JP-RI Jumat 19
Januari 2017
Di ketik ulang oleh :
As
Tidak ada komentar:
Posting Komentar