Kamis, 08 Maret 2018

ADISTYA MAHARANI




Penasaran Ikut Pemilu

TAHUN 2018 adalah tahun yang menentukan masa depan Bondowoso lima tahun kedepan. Ya hajatan demokrasi tersebut dinanti pemilin baru seperti Adistya Maharani. Bahkan, penasaran bagaimana rasanya ikut menyuarakan lewat pencoblosan nanti.

Rabu, 07 Maret 2018

YUNI HUSNUL FIKRIYAH



Ingin jadi pengusaha batik

PEREMPUAN  bernama lengkap yuni husna fikrinyah ini sangat meyukai membatik.taksalah, jika saat SMA dia menempuh sekolah menegah kejuruan dalam bidang membatik. Dan kini dia mendalami dunia batik bersama komonitas batik mengenda tamanan.

Selasa, 06 Maret 2018

PIPIN SUPRIADI



Ajarkan Bertani Sejak Kecil

PETANI dan guru, dua hal tersebut rasanya tak bisa lepas dari Pipin Supriadi. Meski profesinya sebgai tenaga pendidik, dia tetap tak melupakan pekerjaan orang tuanya sebagai petani. Dia pun yakin dua hal profesi yang beda ini bisa berkolaborasi untuk mengajarkan anak untuk mencintai duani tanam menanam.

Senin, 05 Maret 2018

DRH MENTARI MAHARANI



Saatnya Tingkatkan Reproduksi Sapi

BONDOWOSO sudah di kenal sebagai daerah penghasil hewan ternak, dan selalu setiap tahun surplus daging. Meski begitu, drh Mentari Maharani pun tetap ingin meningkatkan reproduksi lewat memperhatikan hewan betina.

Alumnus Fakultas Kedokteran Hewan Unair ini mengaku, ada pemahaman yang sakah di peternak  Bondowoso. “ Masalahnya sih simple, menyamakan makanan antara sapi jantan dan betina. Tapi tidak semua seperti itu,” ujarnya.

Minggu, 04 Maret 2018

SITI LATIFAH



Guru Sukwan harus Kreatif dan Optimis

SITI Latifah bersyukur telah diangkat menjadi guru PNS pada 2012. Dibalik rasa syukur itu, dia telah lama mengabdi sebagai guru sukarelawan atau yang dikenal sukwan ini. Setidaknya 11 tahun dia jadi guru sukwan dengan gaji segitu-gitu saja.

Sabtu, 03 Maret 2018

MIRA

Maksimalkan peran perempuan

NAMANYA Mira. Ya hanya Mira itu sudah nama lengkap. Nama itu simpel, sesimpel orangnya. Perempuan asal sumber wiringin ini simpel dan tidak mau ribet. Karena itulah, dirinya termotivasi sebagai aktifis perempuan. Kini dirinya menjadi panitia pengawas kecamatan di sumberwiringi.

Dia mengaku selama ini banyak belajar dari pengalaman. Di mana menurutnya pengalaman adalah guru terbaik. Karena pengalaman bisa mengasah kemampuan seseorang menjadi lebih baik. Sebagai perempuan diamenginginkan peran perempuan yang terbaik.’’ Yakni bisa berkontribusi bagi bangsa indonesia ujarnya.

Jumat, 02 Maret 2018

REYNA LISTIANI

 Salut dengan Bondowoso

NAMA Bondowoso bukan hal yang asyik bagi Reyna Listiani, berbeda dengan rekan kerjannya di dinas pertanian dan perkebunan di provinsi Aceh yang tak tau sama sekali Bondowoso. Kini dia salut dengan kota dengan oleh-oleh khas tape ini, sebab maeraih juara pengairan tingkat nasional.

Reyna mengaku pernah mendengar Bondowoso saat masih kuliah di Institut Pertanian Bogor (IPB).’’ Belom pernah ke Bondowoso sih,cuman tau saja saat kuliah, dan Bondowoso itu ada di daerah timur jatim, katanya.

Kamis, 01 Maret 2018

TIEN SUHADEWI



Sehat itu Anugerah



BAGI Tien Suhadewi, sehat adalah anugerah. Dimana jika dihayati, kesehatannya adalah nikmat yan sangat besar yang diberikan Tuhan. Karenanya, perempuan yang akrab di panggil Dewi ini selalu mensyukuri kesehatannya.

Rabu, 28 Februari 2018

AMIRAH MEKHNAZ ALHAMID



Mayoret Tak Harus Cantik


TINGGI, cantil inilah Amirah Mekhnaz Alhamid yang berposisi mayoret tim drumband persatuan drum band seluruh indonesia (pdbi) bondowoso. Bagi Mekhnaz tinggi dan cantik bukan keharusan yang dimiliki mayoret. Terpenting, adalah mampu mengatur, dan mengkondisikan unit drum bandnya.

Senin, 26 Februari 2018

SULISTIYANI



Garam Gula Sudah Gurih



BEKERJA dan berusaha di terapkan oleh Sulistiyani. Sebagai pegawai Puskesmas Cermee, setidaknya membuka usaha mampu menghidupkan ekonomi masyarakat, lewat penyerapan tenaga kerja.

Perempuan yang bertugas sebagai Kepala Ruang Rawat Inap Puskesmas Cermee, ini menjelaskan selama punya keahlian tak ada salahnya memanfaatkan untuk yang lebih berguna. Mahir meramu bumbu, membuat sulis berusaha kuliner.

Minggu, 25 Februari 2018

RINA WAHYUNINGTYAS



Kenali Kesenian Bondowoso

MENITI pendidikan tinggi di Malang dan kembali ke Bondowoso membuat Rina Wahyuningtyas semakin bangga. Kebanggaan dia cukup sederhana, yakni bayak siswa yang kian kenal dengan budaya, dan kesenian Bondowoso ini. Guru seni budaya SMKN 1 Bondowoso ini mengaku untuk kesenian, dan kebudayaan masyarakat Bondowoso terutama pelajar lebih baik dari pada dulu. Rina mengaku saat duduk di bangku sekolah baik SMP, maupun SMA minim sekali pengetahuan mengenai budaya, kesenian, apalagi tari tradisional asal Bondowoso ini.’’ Dulu itu sedikit teman-teman paham kesenian asal Bondowoso,’’ katanya.

Sabtu, 24 Februari 2018

MIRA DWI AMANDA



Ingin Bermanfaat untuk Sesama

Salah satu tujuan hidup Mira Dwi Amanda adalah menjadi orang yang bermanfaat. Karena itu, sehari-harinya dia menyibukkan diri agar bermanfaat. Salah satunya dengan aktif di organisasi AMPI Bondowoso dan menjadi guru.

Jumat, 23 Februari 2018

KINTAN LIDIA HILDANTI



Berwisata Tak Perlu Jauh-Jauh

MENJADI mahasiswa Universitas Jember  (UNEJ) di Bondowoso, membuat Kintan Lidya Hildanti semakin fresh. Berkat kuliah di Bondowoso, utnuk berwisata tak perlu jauh-jauh. Karena destinasi wisata di Bondowoso ini dekat dengan permukiman.

Kamis, 22 Februari 2018

CYELVIA RATIH ATMANEGARA



Suka Itu Harus Dipaksa

PEMILIK nama lengkap Cyelvia Ratih Atmanegara ini setiap harinya adalah seorang guru. Dia menjadi guru Bahasa Indonesia di SMK NU Taenggarang. Selain menjadi guru, dia juga hobi menulis puisi. Rupanya, hobi menulisnya berwala dari keterpaksaan. Sehingga baginya, suka itu kadang harus dipaksa.

Rabu, 21 Februari 2018

NOVI EKA SULISTYA



Kerennya Gunung Raung


 BONDOWOSO  tak hanya punya ijen sebagai gunung berapi. Ada gunung Raung yang terletak di Sumber Wiringin. Bahkan, menutrut Novi Eka Sulistya, gunung yang sangat ini tak kalah keren dengan gunung berapi lainnya dipulau Jawa.

Selasa, 20 Februari 2018

NOVI TRI WAHYUNI



Biasakan Makan Sayur

SAYUR menjadi makanan yang sehat, dan mudah di dapat. Inilah hasrat Novi Tri Wahyuni ingin membiasakn makan sayur agar masyarakat Bondowoso senantiasa sehat.

Senin, 19 Februari 2018

RAIHANIA KHANSA



Penari Jadi Cita-cita

JIKA ditanya cita-cita, perempuan bernama lengkap Raihana Khansa Liski dengan tegas menjawab ingin jadi penari. Hal itu karena menari sudah menjadi hobi yang selama ini dijalani. Perempuan yang masih kelas X SMAN 2 Bondowoso ini, mereupakan salah satu tim tari sekolahnya. Menariknya tim tari yang digawangi Khansa terpilih oleh Dinas Pendidikan diberbagai ajang. Sehingga menjadikannya pengalamannya sangat kaya. “Saya pernah ke Jakarta, TMII, Surabaya, Malang dan beberapa kota lainnya,” terangnya.

Minggu, 18 Februari 2018

GHANI DHIA ROBBANI



Serunya Gowes di alun alun

REMAJA bernama lengkap ghani dhia robbani merupakan pebasket handal. Bersama timnya, dia baru sajah menorehkan kemenagan di salah satu liga basket di Bondowoso, dia tidak meyia- meyiakan wsaktu. Sembari melepakan lelah Ghani bersama teman temanya mencoba sepeda Gowers di alin alun RBA Ki Ronggo, sehabis merayakan kemenagan.

Menurut suwasana alun alun Bondowoso tak kalah dengan kota lain di sekitarnya. Yang membedakan,ada yang khas dari Bondowoso. Yakni adanya dokar kencana yang di sewakan dan gowes. Sehingga minimal pengunjung bisa mengitari alun alun RBA Ki ronggo dengan pilihan kendaraan tersebut.” Kami memilih Gowes, dan kami ber keliling alun alun. Bagi kami sangat menyenangkan,” tereangnya.

Sabtu, 17 Februari 2018

RIZQA PUTRI SUSANTI



Ketua Forum OSIS

STATUS Rizqa Putri Susanti adalah siswa SMKN 3 Bondowoso. Di sekolah dia juga ketua OSIS. Menjabat sebagai ketua OSIS itu meruapakan prestasi tersendiri, mengingat di SMKN 3, jumlah sisiwi sangat minim. Dari total sekitar 960 murid, siswi nya hanya 30 orang.
Namun posisi itu justru menjadi semangat siswi yang mengambil jurusan Teknik Sepeda Motor ini. Berda di kalangan minoritas, justru menjadi semangatnya sebagai pemimpin. 

Jumat, 16 Februari 2018

HANI JULIET BERLIANA



IPS Bukan Buangan


ADANYA Kampus II Unej di Bondowoso menjadi hal yang baik untuk dunia pendidikan Bondowoso. Bagi Hani Juliet Berliana tak sekedar senang saja ada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tapi buat dia kian bangga jadi anak Bondowoso. Hani rela tak meluangkan waktu pulang sekolahnya untuk menuju Edocation Development Center (EDC) saat ada kedatangan Mentri Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristek Dikti) Rabu 27 September kemarin. Dia penasaran bagaimana wajah PTN Unej yang baru membuka kampus di Bondowoso. “Ya senang ada kampus negeri dan makin bangga jadi anak Bondowoso,” ujarnya.

Kamis, 15 Februari 2018

ZUYINA RAHMA



Asah Kemampuan di Ekstra

NAMA lengkapnya Zuyina Rahma Maulidah. Dia adalah vokal utama grup Albanjari Hubbirroudloh. Saat ini, perempuan yang akrab disapa Yayin ini masih menempuh studi di MAN 1 Bondowoso.


Menjadi vokal utama baginya merupakan hal yang membanggakan. Dimana mengasah kemampuan di esktra kurikuler Albanjari MAN dan di Ponpes Majelis Taklim Al Iffah, Badean. “Latihannya setiap hari rabu,” katanya.

Rabu, 14 Februari 2018

HANY DELIMA SAGITASARI



Promosi dan Bikin Terobosan

BONDOWOSO memang tak terkenal Jogyakarta, Bali, dan Malang sebagi daerah pariwisata di Indonesia. Lewat terus terobosan, dan promosi Hanny Delima Sagitasari yakin semua potensi Bondowoso akan di kenal dunia. Perempuan asal Taman Sari ini mengaku tak semua orang Indonesia ini tahu Bondowoso. Tapi untuk nama Kawah Ijen, orang ini tahu bahkan terkenalkan gunug berapi dengan fenomena alam blu  fire sudah mendunia.  Padahal menurut Hanny, potensi yang dijual Bondowoso itu banyak tak melulu Kawah Ijen. Sehingga, menurut perempuan berambut panjang ini, harus terus promosi, dan bikin terobosan. 

Selasa, 13 Februari 2018

INDRI SHOFIANA SARI



Betah di Bondowoso
        
TAK pernah ada dalam bayangan indri shofiana sari akan berada di bondowoso. Sebab gadis asal lumajang ini daftar kuliah di unej membuka kelas perkulian di bondowoso, dia menjadi salah satu mahasiswa unej yang kuliah di bondowoso. Sat berada di bondowoso , indri merasa betah karena suasana alamnya sangat asyik. 

Senin, 12 Februari 2018

FIRDA ANGGRAENI



Sulit Taklukkan Megasari

                MANIS, cantik, dan pemberani. Itulah sosok Firda Anggraeni. Keberaniannya melawan rasa takut terbang di ketinggian itulah yang ajungi jempol. Meski, malang melintang di dunia olahraga paralayang dia masih penasaran terbang di Puncak Megasari Bondowoso, lantaran susah untuk di taklukkan.

Minggu, 11 Februari 2018

YULIANTIKA NUR AINI



Gagas Festival Recycle

YULIANTIKA Nur Aini baru saja terpilih menjadi ketua OSIS. Dia menjadi ketua OSIS khusus untuk siswi. Sebab di sekolahanya MAN Bondowoso, ketua osis siswa dan siswi berbeda. Bagi Tika, aktif di kepengngurusan OSIS adalah hal yang menyenangkan. Namun harus pintar-pintar mengatur waktu. 

Sabtu, 10 Februari 2018

NUR KARIMA



Bondowoso Itu Kota Wisata

Hadirnya kampus 11 Unej di Bondowoso membuat kota ini kedatangan banyak mahasiswa dari berbagai daerah.Daera lain sudah banyak meniti pendidikan tinggi di Bondowoso, seperti Nur Karima, perempuan asal banyuwangi ini. Dia yakin Bondowoso ini kian maju berkat makin ada kampus berkualitas dan banyak mahasiswa.

Jumat, 09 Februari 2018

SELLY RINGGIT



Maksimalkan Peluang Tol


KABAR pembangunan tol Surabaya-Banyuwangi sudah santer. Menurut Selly Ringgit, ini adalah peluang mengembangkan daerah termasuk Bondowoso.

Kamis, 08 Februari 2018

BUNGA



Suka Pemasaran


SALAH satu karyawati Bank Jatim yang tampak sibuk melayani para tamu dalam acara Gemerlap Hadiah Undian Simpeda Bank Jatim Kopiforia adalah Bunga.

Rabu, 07 Februari 2018

AMALIA ROSA RINI



Suka Pemandangan Alam

PEREMPUAN mudah ini bernama Amelia Rosa Rini. Dia adalah duta kampus unej 2 2016. Di saat kampus unej bodowoso kedatangan menristek dikti mohammad nasir beberapa waktu lalu, dia menjadi salah satu tim penyambut. Selain menjadi duta kampus, mahasiswa semester 5 sastra inggris ini sangat suka pemandangan alam.

Selasa, 06 Februari 2018

DARIS WIBISONO SETIAWAN



Terinspirasi Orang Tua

AKTIF dalam kegiatan sosial, menjadi hobi daris wibisono setiawan. Sosok yang kesehariannya sebagai guru ini aktif di gudang kegiatnnya sosial. Seperti halnya kegiatan Gus Dur-Ian, rumah pancasila, PGRI, PCNU Dan berbagai kegiatannya lainnya. Bahkan dia, merupakan orang yang merintis sekolah menengah kejuruan nahdlatul ulama(SMK NU) Tenggarang.

Satu hal yang mendorongnya aktif di berbagai kegiatan sosial, yakni ingin menjadi orang yang bermanfaat. Bahkan di sekolah yang dirintisnyaitu, dia menerapkan pendidikan gratis seratus persen sampai lulus.

Senin, 05 Februari 2018

LILI SATUL HASANAH



Optimalkan Singkong

MEMASAK dan membuat aneka olahan makanan menjadi kesenangan tersendiri bagi Lilis Satul Hasanah. Pelajar SMK Sabilil Mutaqin, Maesan jurusan Teknik Pemgolahan Hasil Pertanian (TPHP) ini ingin Bondowoso punya perusahaan pengolahan singkong. Sehingga, bisa meningkatkan nilai singkong.

Minggu, 04 Februari 2018

RONA CHERYA JANNAHTIA PRASTICKA



Belajar Ekonomi Syariah

            EKONOMI Syariah menjadi pilihan Rona Cherya Jannahtia Prasticka melanjutkan pendidikan tinggi di Unej kampus II Bondowoso. Bagi dia, ekonomi syariah bisa diterapkan di Bondowoso, karena masyarakat mayoritas muslim dan menjunjung budaya keislaman.

Sabtu, 03 Februari 2018

RISKA RISTIANI



Ikuti Jejak Bu Susi

                SALAH satu cita-cita Riska Ristiani adalah menjadi teknisi perikanan. Cita-cita itu karena dirinya saat ini menempuh studi di jurusan Perikanan SMKNU Tenggarang. Besarnya cita-cita menjadi teknisi perikanan,karena dirinya melihat potensi Indonesia yang termasuk Negara maritime.

Jumat, 02 Februari 2018

UMI RULLI ANA



GELUTI UMKM

PEREMPUAN  bernama umi Rulli ana merupkan salah satu pegiat UMKM megesi setand pemera vistival Muharam 2017 di Alun Alun. Dia menjalankan olahan khasnya, yakni olahan jamur Qiyar. Selama ini, antusiame masyarakat yang berkunjung ke stand UMKM sagat tinggi.

Umi adalah warga desa ,kasemek, tenggarang. Selain mengeluti UMKM dirinya juga menjadi ustadzah.ada sekitar 60 anak yang di ajarkan dirumah. Walaumenjadi ustazah. Namun di akuinya tidak menggu kegiatan UMKM.” Saya meneruskan pejuangan suamai, saya yang ngurus anak anak, ungkapnya.

Haya sajah memang sebagai single perent, ibuk dua anak itu harus pintar pintar megatur waktu. Sebab diriunya harus berjuang untuk anak. Untungnya kedua anak nya juga bersenagat membantu .” jadi memang harus busa lebih memanajemen waktu saja,”ungkapnya.

Kamis, 01 Februari 2018

SOFIA FIRDAYANTI AGUSTINA





Lahan Harus Produktif


AGUSTUS adalah bulan yang selalu diingat Sofia Firdiyanti Agustina. Bulan ke delapan itu adalah hari ulang tahunnya, apalagi tahun ini dia ikut upacara 17 Agustus di tempat yang tak lazim. Puncak Scorpion di Desa Sumber Canting, Kecamatan Wringin itulah tempat destinasi wisata baru yang dijadikan tempat upacara.


Senang, sudah pasti diraakan Sofia, namun bukan hal itu yang membuat dia bangga. “Jarang banget ada upacara didaerah pariwisata terutama di bukit,” terangnya. Paling membuat bangga adalah warga begitu antusias. Anak – anak SD begitu semangat naik di daerah ketinggian, dan masyarakat turut upacara.



Rabu, 31 Januari 2018

NGOPI PAGI SITI NUR WAHYUNI



Pengalaman Ilmu Terbaik 

BEKERJA di luar ruangan tak membuat Siti Nur Wahyuni mengeluh. Justru dia menukmatinya dengan berjumpa dengan banyak orang . Dari kenal banyak orang itu dia makin paham pengalaman itu mahal dan pengalaman adalah ilmu terbaik. Sebagai perempuan yang bekerja sebagai funding Bank Rakyat Indonesia (BRI) Bondowoso, Yuni sering kali berjumpa dari semua kalangan , masyarakat kecil hingga pejabat .”Pekerjaan saya kan mengenai CSR jadi ya berjumpa dan menjalin dengan banyak orang ,” katanya.

Selasa, 30 Januari 2018

TIEN SUHADEWI



Tentang Secangkir Kopi

KOPI menjadi salah satu teman setia Tien Suhadewi. Perempuan yang setiap harinya menjadi perawat di RSD dr Koesnadi ini mengungkapkan jika dirinya tidak bisa lepas dari kopi. Apalagi saat dinas malam. Dia selalu membawa kopi. Bagi alumnus SI STIKES Hafshawati Genggong,

Senin, 29 Januari 2018

DWI AISAH



Sosialisasi Lewat Karnaval

                KARNAVAL mobil hias beberapa hari lalu menjadi kesan tersendiri bagi DWI AISAH. Bagaimana tidak Aisah menjadi perempuan yang melambai-lambaikan tangan ke masyarakat. Paling berkesan bagi dia bisa berjabat tangan langsung dengan bupati dan wakil bupati.

Minggu, 28 Januari 2018

INDAH PUTRI SISWANTARI



Syukuri Kemerdekaan


            INDAH Putri Siswantari, merdeka adalah bebas. Dan dia merasakannya saat ini. Dimana sebagai istri dan ibu bagi anak-anaknya, dia masih bisa berkarir.  Dia kini menjadi karyawati Bank Jatim. Dan pada perayaan kemerdekaan, dia merayakan dengan penuh suka cita dan berdandan  Queen Army.

            Perempuan  yang tergabung dalam Bhayangkari Polri itu mengaku, makna kemerdekaan adalah bebas. Dia mencontohkan, walau dirinya seorang perempuan  namun selama ini bebas berkarya. Dan yang dia syukuri, sang suami Brigpol Hermanto sangat mendukung. “Selama ini melakukan pekerjaan apapun yang bisa memberikan impact baik buat saya dan keluarga,” jelasnya.

       

Sabtu, 27 Januari 2018

VIELY SUYANTI



Berharap Indonesia Semakin Maju 



BAGI Viely suyanti, perayaan kemerdekaan merupakan saat untuk kontemplasi. Dimana umur 72 tahun bukan usaia yang mudah lagi. Dimana masyarakat harus tureun serta terpikir apa yang telah diberikan kepada Negara , bukan apa yang diperoleh dari Negara Misalnya harus membayar bajak dan lain sebagainya.

“harapanya Indonesia semakain maju dalam pembangunan dan pedidikan. Tetap semangat menjunjung Bhineka Tunggal Ika ,” terang owner Rumah makan lezat BONDOWOSO.

Merurutnya pancasila, yang dicetuskan para pendiri bangsa sebagai lembaga negara adalah sesuatu yang sudah final. Dimna didalamnya ada butir-butir pancasila yang memiliki makna tentang Indonesia.” Dan dalam lambaga itu, Bhenika tungal Ika dicengkaram erat oleg garuda ,”paparnya.

Artinya masarakat Indonesia itu berbeda , namun tetap satu . yakni satu Indonesia. Karena itu perbedaan sedianya tidak  menjadi sumber berpecahan , Namun harus menjadi sumber persatuan . Berbicara Bondowoso , perempuan yang berlamat di jalan PB Sudirman itu megunkapkan , jika Bondowoso selama ini sangat kondusif. “yakni aman , tenraram dan damai,” ugkapnya.

Jumat, 26 Januari 2018

UMAR SAID



                                                                      
                                                Prihatin Nasionalisme


 SEJAK Juni lalu, Umar Said diberi amanah menjadi Kepala SMKN 3 Bondowoso. Begiti masuk ke Bondowoso, dia bertekat meberikan warna yang berbeda. Artinya keberadaanya harus membawa perubahan. Karena itu, awal kali dia ingin mengajakpeserta  didik baru untuk meningkatkan rasa Nasionalisme.

  Karena itu, umar menggandeng pihak 514 untuk membina peserta didik baru. Ada sekitar 400 peserta didik pada 2017 ini. Yng nenjadi keprihatinannya, ternyata ketika di tes untuk membacakan Pancasila, hamper dari setengah anak-anak ini salah. “ Yang paling banyak saat membacakan sila ke empat, dan ada juga yang mulai pertama salah. Sperti kata Pancasila sudah dihitung satu,” jelasnya.

  Tes kedua yang diberikan adalah menyanyikan lagu Indonesia Raya. Di sesi ini, ada sekitar 25 persen anak yang tidak bisa membawakan lagu kebangsaan mereka. Hal tersebut tentu menjadi masalah yang serius. Mengingat anak muda banyak yang tidak mengindahkan Nasionalismenya.

Kamis, 25 Januari 2018

AMELIA RIZQI MARCHIANA




Klabang City Keren




NAMA menjadi hal yang penting bagi Amalia Rizqi Marchiana. Maksud nama bukan nama orang, tapi nama sebuah daerah. Sebab, nama keren bisa jadi kebanggaan tersendiri. Sehingga, alangkah baiknya membuat singkatan ataupun tagline yang keren agar masyarakat itu bangga.

Rabu, 24 Januari 2018

DYASHINTA RYDMA



                                  MENARI DENGAN HATI

ADA kesenangan tersendiri bagi Dyashinta Rydma Rahmawati saat menari. Karena itulah, dia menggeluti dunia tari .Selama ini, dirinya sudah banyak tampil berbagai acara.Kebetulan, hobinya itu lebih tersalurkan saat duduk di bangku SMKN 1 Bondowoso. Dia ikut dalam kegiatan ekstrakurikuler.

Saat usai membawakan tari Bajidor Kahot di pendapa untuk menyambut mensos beberapa waktu lalu, Dyas mengungkapkan dirinya mendalami tari sudah sejak SMP. Awal kalidia bergabung di Sanggar Tari Sirochiko. “Namun saat ini di ekskul tari,” terang alumnus SMPN 2 Tenggarang tersebut.

Dia ingin memperdalam tari , kata dia, karena ingin mengembangkan seni tari tradisional. Sebab dewasa ini, sudah mulai memudar di telan modernisasi. Baginya, tari merupakan sarana untuk memumpuk percaya diri. “Saya memiliki prinsip ingin menjadi pribadi yang percaya diri, makanya dengan tari, saya bias melatih hal itu,” ungkap dara yang tinggal di Perum Taman Pejaten tersebut.