IPS Bukan Buangan
ADANYA Kampus II
Unej di Bondowoso menjadi hal yang baik untuk dunia pendidikan Bondowoso. Bagi
Hani Juliet Berliana tak sekedar senang saja ada Perguruan Tinggi Negeri (PTN)
tapi buat dia kian bangga jadi anak Bondowoso. Hani rela tak meluangkan waktu
pulang sekolahnya untuk menuju Edocation Development Center (EDC) saat ada
kedatangan Mentri Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristek Dikti)
Rabu 27 September kemarin. Dia penasaran bagaimana wajah PTN Unej yang baru
membuka kampus di Bondowoso. “Ya senang ada kampus negeri dan makin bangga jadi
anak Bondowoso,” ujarnya.
Adanya Unej di Bondowoso tentu jadi wadah anak Bondowoso
untuk meneruskan ke perguruan tinggi yang berkualitas. Perempaun 17 tahun ini
pun berharap Unej Kampus II di Bondowoso ini di tahun pertama dan seterusnya
menunjukkan kualitas. Hani pun berharap adanya pelajar Bondowoso mampu
menangkap ini dengan melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.
Berbicara antara jurusan IPA atau IPS di SMA, pelajar SMAN 2
Bondowoso ini justru memilih IPS. “Saya tidak mau jadi orang yang munafik saja,
lama-lama belajar IPA di SMA. Ternyata saat kuliah nanti memilih jurusan IPS,
seperti hukum ataupun ekonomi,” terangnya. Apalagi, kata dia, jurusan IPA
selalu di idam-idamkan dan persepsi masuk IPA adalah anak pintar, sedangkan
masuk IPS adalah siswa buangan yang tak diterima di jurusan IPA. (dwi/wah)
Sumber: JP-RI JUMAT
29 SEPTEMBER 2017
Diketik ulang oleh:
(VAP)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar