Promosi dan Bikin
Terobosan
BONDOWOSO memang
tak terkenal Jogyakarta, Bali, dan Malang sebagi daerah pariwisata di
Indonesia. Lewat terus terobosan, dan promosi Hanny Delima Sagitasari yakin
semua potensi Bondowoso akan di kenal dunia. Perempuan asal Taman Sari ini
mengaku tak semua orang Indonesia ini tahu Bondowoso. Tapi untuk nama Kawah
Ijen, orang ini tahu bahkan terkenalkan gunug berapi dengan fenomena alam
blu fire sudah mendunia. Padahal menurut Hanny, potensi yang dijual
Bondowoso itu banyak tak melulu Kawah Ijen. Sehingga, menurut perempuan
berambut panjang ini, harus terus promosi, dan bikin terobosan.
Pentingnya promosi yang diutarakan oleh Hnny, karena dia
juga sebagai pelaku promsosi produk. Bekerja sebgai Sales Promotion Girl (SPG),
dimulai memahami seberapa penting promosi tersebut untuk membangun image. Bahkan, kata dia,
mempromosikan sebuah potensi daerah bisa juga lewat jasa SPG. Menurut dia,
alangkah baiknya mempromosikan potensi daerah itu memakai media apa saja, baik
media sosial, televisi, koran, baliho, website, dan SPG.’’ Promosi lewat SPG
bisa seperti event yang digelar,’’ katanya. Dia menjelaskan, Bondowoso ini kaya
potensi satunya beras organik. Pariwisata, tape,hingga kopi yang di kenai
sebagai Bondowoso Republik Kopi (BRK).
Adanya BRK, beras organik, pariwisata dengan banyaknya destinasi wisata baru,
adalah keberhasilan terobosan Yng dilkukan masyarakat, desa, dan pemerintah.
Sehinggga, menurut perempuan 23 tahun ini, promosi, dan terobosan tak boleh
dilupkan untuk membuat Bondowoso ini dikenal.
‘’Semoga ada terobosan lagi, dan terobosan tak
antimainstrem,’’ imbuhnya. Banyaknya potensi Bondowoso dikenal masyarakat luas,
akan berdampak pada kebanggaan sebagai warga Bondowoso. Meski banyak orang
mengatakan Bondowoso ini sepi, tertinggal, dan lainya Hanny tetap bangga jadi
orang Bondowoso. Agar Bondowoso ini lebih hidup, dan maju sebenarnya masyarakat
itu sendiri yang bikin hidup.(dwi)
SUMBER : JP-RI Rabu
25 Oktober 2017
Diketik ulng oleh : (SR)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar