Lahan Harus
Produktif
AGUSTUS adalah bulan yang selalu diingat
Sofia Firdiyanti Agustina. Bulan ke delapan itu adalah hari ulang tahunnya,
apalagi tahun ini dia ikut upacara 17 Agustus di tempat yang tak lazim. Puncak
Scorpion di Desa Sumber Canting, Kecamatan Wringin itulah tempat destinasi
wisata baru yang dijadikan tempat upacara.
Senang,
sudah pasti diraakan Sofia, namun bukan hal itu yang membuat dia bangga.
“Jarang banget ada upacara didaerah pariwisata terutama di bukit,” terangnya.
Paling membuat bangga adalah warga begitu antusias. Anak – anak SD begitu
semangat naik di daerah ketinggian, dan masyarakat turut upacara.
Sebagai putrid asli Wringin dan mahasiswa jurusan pertanian Unej, ingin tak ada lagi lahan tak produktif. Lahan tak produktif di Wringin tersebut dimanfaatkan untuk menanam pohon keras sepertisengon, mahoni, hingga jati. Sehingga, kata dia, yang cocok dikembangkan dan selama ini di budidayakan adalah tembakau.
Tanaman
berdaun emas ini bisa menguntungkan secara ekonomi masyarakat dari pada pohon
keras yang nilai manfaatnya paling cepat lima tahun hingga berpuluh – puluh
tahun. Tembakau memang manis, namun faktanya kata Sofia adalah, pasokan
tembakau dari Wringin dikirim ke pabrik itu minim. Sepengetahuannya, dulu
masyarakat Wringin mengakali pertumbuhan tembakaunya. Sehingga, kata dia,
kualitasnya turun dan pabrik pun mulai
was – was soal tembakau. “Ya makanya dari itu banyak tanam sengon sebagai
alternative,” terangnya.
Dia
menjelaskan, dengan harga tembakau yang membaik tahun ini dimana permintaan
pabrik atau gudang tembagau lagi tinggi setidaknya petani tembakau di Wringin
tetap mempertankan kualitas, bukan menurunkan kualitas untuk memenuhi
kuantitas. (dwi/wah)
Sumber : JP
– RI – Sabtu 23 September 2017
Disusun
kembali oleh : fauzi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar