Biasakan
Makan Sayur
SAYUR menjadi makanan yang sehat, dan mudah
di dapat. Inilah hasrat Novi Tri Wahyuni ingin membiasakn makan sayur agar
masyarakat Bondowoso senantiasa sehat.
Perempuan
yang membuka kulinar di Cindigo, Tapen ini mengaku, tidak hanya ingin
memberikan rasa yang enak saja, tapi juga sehat. Tak sulit mencari sayuran di
Indonesia, apalagi di Bondowoso. Kondisi iklim tropis di Indonesia, komoditas
sayuran pun melimpah. Sayang masih saja ditemukan masyarakat tidak suka sayur,
dan lebih memilih makan tanpa sayur. “Sayur, dan buah ini baik. Apalgi dua
komoditas ini di Indonesia melimpah,” katanya.
Perempuan
asal Tapen ini mnejelaskan sebenarnya kuliner tradisional Indonesia ini sehat.
Namun, karena perkembangan zaman, dan makan eropa zaman now lebih gaul hingga
ada yang sesuatu ditinggalkan. “Yang ditinggalkan ini ya sayur, padahal ada
beberapa makan sayur menjadi penyeimbang,” imbuhnya.
Contohnya
yaitu sate, makan yang berasal dari daging merah baik kambing maupun sapi, dibrikan
bawang irisan bawang merah, acar, hingga nanas. Itu adalah penyeimbang dari
makanan daging merah yang punya potensi
meningkatkan darah tinggi, hingga koresterol. Selain itu juga dad daun seledri
yang bada di bakso.
Selama Novi
berjualan kuliner, tambah dia, juga ada beberapa tawaran-tawaran memkai bahan
kimia berbahay dalam pengolahan pentol. “Di tempat penggilingan atau pembuatan
pentol ada yang menawarkan pakai pengeyal, dan pemutih. Pengeyal itu ya boraks,
dan biasanya di sembunyikan,” ujarnya perempuan 34 tahun ini.
Menurut dia,
agar pentol kenyal caranya adalah tepung dikurangi, dan menambah daging. Agar
makan yang dijual tetap sehat, menurut Novi, tidak melulu campur tangan
pemerintah. Sebab, jika pembeli tidak mau pakai bahan berbahay tidak akan ada
penjual yang menawarkan. (dwi/wah)
Sumber : JP-RI Jumat 10 November 2017
Di Ketik Ulang Oleh : (AS)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar