Selasa, 20 Februari 2018

NOVI TRI WAHYUNI



Biasakan Makan Sayur

SAYUR menjadi makanan yang sehat, dan mudah di dapat. Inilah hasrat Novi Tri Wahyuni ingin membiasakn makan sayur agar masyarakat Bondowoso senantiasa sehat.



Perempuan yang membuka kulinar di Cindigo, Tapen ini mengaku, tidak hanya ingin memberikan rasa yang enak saja, tapi juga sehat. Tak sulit mencari sayuran di Indonesia, apalagi di Bondowoso. Kondisi iklim tropis di Indonesia, komoditas sayuran pun melimpah. Sayang masih saja ditemukan masyarakat tidak suka sayur, dan lebih memilih makan tanpa sayur. “Sayur, dan buah ini baik. Apalgi dua komoditas ini di Indonesia melimpah,” katanya.


Perempuan asal Tapen ini mnejelaskan sebenarnya kuliner tradisional Indonesia ini sehat. Namun, karena perkembangan zaman, dan makan eropa zaman now lebih gaul hingga ada yang sesuatu ditinggalkan. “Yang ditinggalkan ini ya sayur, padahal ada beberapa makan sayur menjadi penyeimbang,” imbuhnya.


Contohnya yaitu sate, makan yang berasal dari daging merah baik kambing maupun sapi, dibrikan bawang irisan bawang merah, acar, hingga nanas. Itu adalah penyeimbang dari makanan  daging merah yang punya potensi meningkatkan darah tinggi, hingga koresterol. Selain itu juga dad daun seledri yang bada di bakso.

Selama Novi berjualan kuliner, tambah dia, juga ada beberapa tawaran-tawaran memkai bahan kimia berbahay dalam pengolahan pentol. “Di tempat penggilingan atau pembuatan pentol ada yang menawarkan pakai pengeyal, dan pemutih. Pengeyal itu ya boraks, dan biasanya di sembunyikan,” ujarnya perempuan 34 tahun ini.

Menurut dia, agar pentol kenyal caranya adalah tepung dikurangi, dan menambah daging. Agar makan yang dijual tetap sehat, menurut Novi, tidak melulu campur tangan pemerintah. Sebab, jika pembeli tidak mau pakai bahan berbahay tidak akan ada penjual yang menawarkan. (dwi/wah)

Sumber : JP-RI Jumat 10 November 2017


Di Ketik Ulang Oleh : (AS)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar