Terinspirasi
Orang Tua
AKTIF
dalam
kegiatan sosial, menjadi hobi daris wibisono setiawan. Sosok yang kesehariannya
sebagai guru ini aktif di gudang kegiatnnya sosial. Seperti halnya kegiatan Gus
Dur-Ian, rumah pancasila, PGRI, PCNU Dan berbagai kegiatannya lainnya. Bahkan
dia, merupakan orang yang merintis sekolah menengah kejuruan nahdlatul
ulama(SMK NU) Tenggarang.
Satu hal yang
mendorongnya aktif di berbagai kegiatan sosial, yakni ingin menjadi orang yang
bermanfaat. Bahkan di sekolah yang dirintisnyaitu, dia menerapkan pendidikan
gratis seratus persen sampai lulus.
“Pendidikan adalah
salah satu bekal untuk menjadikan diri bisa bermanfaat bagi orang lain, dan itu
adalah pesan dari orang tua saya,” terangnya.
Pria kelahiran Blitar ini
mengungkapkan, dirinya lahir dari sebuah keluarga yang kurang beruntung secara
ekonomi. Tapi orang tua menjadi inspirasi yang luar biasa baginya. Salah satu
pesan yang menjadi motivasinya adalah pendidikan anak harus lebih tinggi dari
orang tua.
“Pendidikan adalah
satu-satunya jalan pemutus mata rantai kemiskinan. Semangat itulah yang menjadi
titik bangkit diri saya untuk menghibahkan jiwa raga saya dalam
menumbuhkembangakan pendidikan,” terangnya.
Dijelaskan, hal lain
yang masih melekat di benak pikirannya adalah ketika orang tuanya menyitir
hadis Nabi Muhammad, bahwa sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi
orang lain. Cara untuk bermanfaat secara formal ditempuhnya menjadi guru.
Sedangkan dijalur non-formal, dia aktif di berbagai kegiatan sosial. Mengenai
profesinya menjdi guru, menurutnya dengan menjadi guru dia bisa memotivasi
siswa. Khususnya siswa dengan latar belakang kurang ‘sehat’ dalam pendidikan
keluarganya, menjadi sasaran agar bisa mencapai bahkan melampaui mimpinya.(hud/wah)
SUMBER : JP-RI Kamis 5 O KTOBER
2017
Di Ketik Ulang Oleh : (As)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar