Minggu, 25 Februari 2018

RINA WAHYUNINGTYAS



Kenali Kesenian Bondowoso

MENITI pendidikan tinggi di Malang dan kembali ke Bondowoso membuat Rina Wahyuningtyas semakin bangga. Kebanggaan dia cukup sederhana, yakni bayak siswa yang kian kenal dengan budaya, dan kesenian Bondowoso ini. Guru seni budaya SMKN 1 Bondowoso ini mengaku untuk kesenian, dan kebudayaan masyarakat Bondowoso terutama pelajar lebih baik dari pada dulu. Rina mengaku saat duduk di bangku sekolah baik SMP, maupun SMA minim sekali pengetahuan mengenai budaya, kesenian, apalagi tari tradisional asal Bondowoso ini.’’ Dulu itu sedikit teman-teman paham kesenian asal Bondowoso,’’ katanya.


Untuk pelajar saat kini, sudah mengerti ojung, tari remo sutina, tari topeng konah, dan singo ulung. Banyaknya pelajar mengenal kesenian asal kotanya ini bisa jadi semakin mudahnya akses informasi, termasuk lewat instagram, plus pemanfaatan paguyuban Kacong  Jebbing (kajeb) mengenalkan budaya Bondowoso.

Perempuan 22 tahun ini mengaku mengetahui kesenian asli Bondowoso di pelajar sudah luar biasa. Sebab, kata dia, anak zaman dulu dengan sekarang itu sudah berbeda. Apalagi, anak zaman now itu lebih cuek, acuh, dan tak memperdulikan. Agar budaya, dan kesenian Bondowoso ini tetap lestari, menurut Rina, tak usah repot-repot menjadi pelaku.’’ Cukup mengapresiasi, menghargai, lebi-lebih muncul rasa penasaran, dan mencari tahu,’’ terangnya.

Mengapresiasi, cara itulah yang paling gampang, dan harus di pupuk dari pendidkan di rumah, hingga ke sekolah. Sehingga, dari apresiasi ini anak zaman now lebih peduli dengan keadaan sekitarnya. Apresiasi juga wujud dari melestarikan. Namun, jika memilih terjun sebagai pelaku seperti Rina yang memilih jurusan seni tari di Universitas Malang, dan senang menari ini. Bonusnya adalah melestarikan. Sama seperti suka bermain bola, sehat itu adalah bonusnya.(dwi/wah)

Sumber : JP-RI SELASA 21 NOVEMBER 2017

DI KETIK ULANG OLEH :(SR)       

Tidak ada komentar:

Posting Komentar