Kenali Kesenian
Bondowoso
MENITI pendidikan
tinggi di Malang dan kembali ke Bondowoso membuat Rina Wahyuningtyas semakin
bangga. Kebanggaan dia cukup sederhana, yakni bayak siswa yang kian kenal
dengan budaya, dan kesenian Bondowoso ini. Guru seni budaya SMKN 1 Bondowoso
ini mengaku untuk kesenian, dan kebudayaan masyarakat Bondowoso terutama
pelajar lebih baik dari pada dulu. Rina mengaku saat duduk di bangku sekolah
baik SMP, maupun SMA minim sekali pengetahuan mengenai budaya, kesenian,
apalagi tari tradisional asal Bondowoso ini.’’ Dulu itu sedikit teman-teman
paham kesenian asal Bondowoso,’’ katanya.
Untuk pelajar saat kini, sudah mengerti ojung, tari remo
sutina, tari topeng konah, dan singo ulung. Banyaknya pelajar mengenal kesenian
asal kotanya ini bisa jadi semakin mudahnya akses informasi, termasuk lewat
instagram, plus pemanfaatan paguyuban Kacong
Jebbing (kajeb) mengenalkan budaya Bondowoso.
Perempuan 22 tahun ini mengaku mengetahui kesenian asli Bondowoso
di pelajar sudah luar biasa. Sebab, kata dia, anak zaman dulu dengan sekarang
itu sudah berbeda. Apalagi, anak zaman now itu lebih cuek, acuh, dan tak
memperdulikan. Agar budaya, dan kesenian Bondowoso ini tetap lestari, menurut
Rina, tak usah repot-repot menjadi pelaku.’’ Cukup mengapresiasi, menghargai,
lebi-lebih muncul rasa penasaran, dan mencari tahu,’’ terangnya.
Mengapresiasi, cara itulah yang paling gampang, dan harus di
pupuk dari pendidkan di rumah, hingga ke sekolah. Sehingga, dari apresiasi ini
anak zaman now lebih peduli dengan keadaan sekitarnya. Apresiasi juga wujud
dari melestarikan. Namun, jika memilih terjun sebagai pelaku seperti Rina yang
memilih jurusan seni tari di Universitas Malang, dan senang menari ini.
Bonusnya adalah melestarikan. Sama seperti suka bermain bola, sehat itu adalah
bonusnya.(dwi/wah)
Sumber : JP-RI SELASA 21 NOVEMBER 2017
DI KETIK ULANG OLEH :(SR)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar