Rabu, 31 Januari 2018

NGOPI PAGI SITI NUR WAHYUNI



Pengalaman Ilmu Terbaik 

BEKERJA di luar ruangan tak membuat Siti Nur Wahyuni mengeluh. Justru dia menukmatinya dengan berjumpa dengan banyak orang . Dari kenal banyak orang itu dia makin paham pengalaman itu mahal dan pengalaman adalah ilmu terbaik. Sebagai perempuan yang bekerja sebagai funding Bank Rakyat Indonesia (BRI) Bondowoso, Yuni sering kali berjumpa dari semua kalangan , masyarakat kecil hingga pejabat .”Pekerjaan saya kan mengenai CSR jadi ya berjumpa dan menjalin dengan banyak orang ,” katanya.

Selasa, 30 Januari 2018

TIEN SUHADEWI



Tentang Secangkir Kopi

KOPI menjadi salah satu teman setia Tien Suhadewi. Perempuan yang setiap harinya menjadi perawat di RSD dr Koesnadi ini mengungkapkan jika dirinya tidak bisa lepas dari kopi. Apalagi saat dinas malam. Dia selalu membawa kopi. Bagi alumnus SI STIKES Hafshawati Genggong,

Senin, 29 Januari 2018

DWI AISAH



Sosialisasi Lewat Karnaval

                KARNAVAL mobil hias beberapa hari lalu menjadi kesan tersendiri bagi DWI AISAH. Bagaimana tidak Aisah menjadi perempuan yang melambai-lambaikan tangan ke masyarakat. Paling berkesan bagi dia bisa berjabat tangan langsung dengan bupati dan wakil bupati.

Minggu, 28 Januari 2018

INDAH PUTRI SISWANTARI



Syukuri Kemerdekaan


            INDAH Putri Siswantari, merdeka adalah bebas. Dan dia merasakannya saat ini. Dimana sebagai istri dan ibu bagi anak-anaknya, dia masih bisa berkarir.  Dia kini menjadi karyawati Bank Jatim. Dan pada perayaan kemerdekaan, dia merayakan dengan penuh suka cita dan berdandan  Queen Army.

            Perempuan  yang tergabung dalam Bhayangkari Polri itu mengaku, makna kemerdekaan adalah bebas. Dia mencontohkan, walau dirinya seorang perempuan  namun selama ini bebas berkarya. Dan yang dia syukuri, sang suami Brigpol Hermanto sangat mendukung. “Selama ini melakukan pekerjaan apapun yang bisa memberikan impact baik buat saya dan keluarga,” jelasnya.

       

Sabtu, 27 Januari 2018

VIELY SUYANTI



Berharap Indonesia Semakin Maju 



BAGI Viely suyanti, perayaan kemerdekaan merupakan saat untuk kontemplasi. Dimana umur 72 tahun bukan usaia yang mudah lagi. Dimana masyarakat harus tureun serta terpikir apa yang telah diberikan kepada Negara , bukan apa yang diperoleh dari Negara Misalnya harus membayar bajak dan lain sebagainya.

“harapanya Indonesia semakain maju dalam pembangunan dan pedidikan. Tetap semangat menjunjung Bhineka Tunggal Ika ,” terang owner Rumah makan lezat BONDOWOSO.

Merurutnya pancasila, yang dicetuskan para pendiri bangsa sebagai lembaga negara adalah sesuatu yang sudah final. Dimna didalamnya ada butir-butir pancasila yang memiliki makna tentang Indonesia.” Dan dalam lambaga itu, Bhenika tungal Ika dicengkaram erat oleg garuda ,”paparnya.

Artinya masarakat Indonesia itu berbeda , namun tetap satu . yakni satu Indonesia. Karena itu perbedaan sedianya tidak  menjadi sumber berpecahan , Namun harus menjadi sumber persatuan . Berbicara Bondowoso , perempuan yang berlamat di jalan PB Sudirman itu megunkapkan , jika Bondowoso selama ini sangat kondusif. “yakni aman , tenraram dan damai,” ugkapnya.

Jumat, 26 Januari 2018

UMAR SAID



                                                                      
                                                Prihatin Nasionalisme


 SEJAK Juni lalu, Umar Said diberi amanah menjadi Kepala SMKN 3 Bondowoso. Begiti masuk ke Bondowoso, dia bertekat meberikan warna yang berbeda. Artinya keberadaanya harus membawa perubahan. Karena itu, awal kali dia ingin mengajakpeserta  didik baru untuk meningkatkan rasa Nasionalisme.

  Karena itu, umar menggandeng pihak 514 untuk membina peserta didik baru. Ada sekitar 400 peserta didik pada 2017 ini. Yng nenjadi keprihatinannya, ternyata ketika di tes untuk membacakan Pancasila, hamper dari setengah anak-anak ini salah. “ Yang paling banyak saat membacakan sila ke empat, dan ada juga yang mulai pertama salah. Sperti kata Pancasila sudah dihitung satu,” jelasnya.

  Tes kedua yang diberikan adalah menyanyikan lagu Indonesia Raya. Di sesi ini, ada sekitar 25 persen anak yang tidak bisa membawakan lagu kebangsaan mereka. Hal tersebut tentu menjadi masalah yang serius. Mengingat anak muda banyak yang tidak mengindahkan Nasionalismenya.

Kamis, 25 Januari 2018

AMELIA RIZQI MARCHIANA




Klabang City Keren




NAMA menjadi hal yang penting bagi Amalia Rizqi Marchiana. Maksud nama bukan nama orang, tapi nama sebuah daerah. Sebab, nama keren bisa jadi kebanggaan tersendiri. Sehingga, alangkah baiknya membuat singkatan ataupun tagline yang keren agar masyarakat itu bangga.

Rabu, 24 Januari 2018

DYASHINTA RYDMA



                                  MENARI DENGAN HATI

ADA kesenangan tersendiri bagi Dyashinta Rydma Rahmawati saat menari. Karena itulah, dia menggeluti dunia tari .Selama ini, dirinya sudah banyak tampil berbagai acara.Kebetulan, hobinya itu lebih tersalurkan saat duduk di bangku SMKN 1 Bondowoso. Dia ikut dalam kegiatan ekstrakurikuler.

Saat usai membawakan tari Bajidor Kahot di pendapa untuk menyambut mensos beberapa waktu lalu, Dyas mengungkapkan dirinya mendalami tari sudah sejak SMP. Awal kalidia bergabung di Sanggar Tari Sirochiko. “Namun saat ini di ekskul tari,” terang alumnus SMPN 2 Tenggarang tersebut.

Dia ingin memperdalam tari , kata dia, karena ingin mengembangkan seni tari tradisional. Sebab dewasa ini, sudah mulai memudar di telan modernisasi. Baginya, tari merupakan sarana untuk memumpuk percaya diri. “Saya memiliki prinsip ingin menjadi pribadi yang percaya diri, makanya dengan tari, saya bias melatih hal itu,” ungkap dara yang tinggal di Perum Taman Pejaten tersebut.