Tentang Secangkir Kopi
KOPI menjadi
salah satu teman setia Tien Suhadewi. Perempuan yang setiap harinya menjadi
perawat di RSD dr Koesnadi ini mengungkapkan jika dirinya tidak bisa lepas dari
kopi. Apalagi saat dinas malam. Dia selalu membawa kopi. Bagi alumnus SI STIKES
Hafshawati Genggong,
Probolinggo ini, kopi menjadi teman setia sejak dahulu.
Sebab dengan kopi, bisa membuat badannya segar. Karena itu, dia sangat
mendukung ketika pemerintah Bondowoso menggalakkan kopi dengan membuat label Bondowoso
Republik Kopi. “Saya sangat bangga dengan Bondowoso, karena bisa membaca
peluang, yakni kopi,” jelasnya.
Berbicara tentang kopi, rupanya dia memiliki definisi yang
dalam tentang kopi. Menurutnya, dari secangkir kopi terdapat barbagai pesan dan
motivasi. Sebab jika ditarik garis foilosofi, ada pelajaran hidup dari
secangkir kopi. “Hidup tak selalu manis, sebab pastinya ada kepahitan. Namun
jika mampu menikmatinya, maka akan tercapai kenikmatan yang tak terhingga,”
ucapnya. Warga Jalan Letnan Rantam, Badean, Bondowoso ini menambahkan, jika
dikupas akan ada ribuan filosofo tentang kopi. Tinggal bagaimana seseorang
memaknai. Seperti halnya dari aroma kopi yang khas dan menenangkan. “Disitu ada
makna rileks, apalagi dinikmati di Bondowoso yang berlabel Republik Kopi,
menjadi semakin mantap,” terangnya.
Karena itu, setiap pagi dirinya mengawali hari dengan minum
kopi. Kebiasaan itu menjdai mood boster dalam menjalani aktifitas dan menjadi
lebih semangat. Tentunya ada efek bebas mengantuk dalam memberikan pelayanan
pasien. “Bagi saya, jika pagi tidak menikmati secangkir kopi, berasa ada
sesuatu yang kurang,” paparnya. Sebagai warga Bondowoso, dia sangat antusias
ketika ada even tentang kopi. Seperti Festival Kopi Nusantara (FKN) beberapa
waktu lalu, dirinya tidak lupa datang. Kedatangannya karena dirinya ingin
mencintai Bondowoso seutuhnya dan karena mendukung geliat kopi Bondowoso. (hud/wah)
Sumber: JP-RI 7 SEPTEMBER 2017
Di ketik ulang oleh : Vera

Tidak ada komentar:
Posting Komentar