Selasa, 30 Januari 2018

TIEN SUHADEWI



Tentang Secangkir Kopi

KOPI menjadi salah satu teman setia Tien Suhadewi. Perempuan yang setiap harinya menjadi perawat di RSD dr Koesnadi ini mengungkapkan jika dirinya tidak bisa lepas dari kopi. Apalagi saat dinas malam. Dia selalu membawa kopi. Bagi alumnus SI STIKES Hafshawati Genggong,

 
Probolinggo ini, kopi menjadi teman setia sejak dahulu. Sebab dengan kopi, bisa membuat badannya segar. Karena itu, dia sangat mendukung ketika pemerintah Bondowoso menggalakkan kopi dengan membuat label Bondowoso Republik Kopi. “Saya sangat bangga dengan Bondowoso, karena bisa membaca peluang, yakni kopi,” jelasnya.

Berbicara tentang kopi, rupanya dia memiliki definisi yang dalam tentang kopi. Menurutnya, dari secangkir kopi terdapat barbagai pesan dan motivasi. Sebab jika ditarik garis foilosofi, ada pelajaran hidup dari secangkir kopi. “Hidup tak selalu manis, sebab pastinya ada kepahitan. Namun jika mampu menikmatinya, maka akan tercapai kenikmatan yang tak terhingga,” ucapnya. Warga Jalan Letnan Rantam, Badean, Bondowoso ini menambahkan, jika dikupas akan ada ribuan filosofo tentang kopi. Tinggal bagaimana seseorang memaknai. Seperti halnya dari aroma kopi yang khas dan menenangkan. “Disitu ada makna rileks, apalagi dinikmati di Bondowoso yang berlabel Republik Kopi, menjadi semakin mantap,” terangnya.

Karena itu, setiap pagi dirinya mengawali hari dengan minum kopi. Kebiasaan itu menjdai mood boster dalam menjalani aktifitas dan menjadi lebih semangat. Tentunya ada efek bebas mengantuk dalam memberikan pelayanan pasien. “Bagi saya, jika pagi tidak menikmati secangkir kopi, berasa ada sesuatu yang kurang,” paparnya. Sebagai warga Bondowoso, dia sangat antusias ketika ada even tentang kopi. Seperti Festival Kopi Nusantara (FKN) beberapa waktu lalu, dirinya tidak lupa datang. Kedatangannya karena dirinya ingin mencintai Bondowoso seutuhnya dan karena mendukung geliat kopi Bondowoso. (hud/wah)

Sumber: JP-RI 7 SEPTEMBER 2017
Di ketik ulang oleh : Vera

Tidak ada komentar:

Posting Komentar