Minggu, 04 Februari 2018

RONA CHERYA JANNAHTIA PRASTICKA



Belajar Ekonomi Syariah

            EKONOMI Syariah menjadi pilihan Rona Cherya Jannahtia Prasticka melanjutkan pendidikan tinggi di Unej kampus II Bondowoso. Bagi dia, ekonomi syariah bisa diterapkan di Bondowoso, karena masyarakat mayoritas muslim dan menjunjung budaya keislaman.


            Ekonomi syariah, kata Rona memang menjadi cabang baru di ilmu ekonomi. Meski begitu, perkembangan ekonomi syariah menjadi jawaban dengan keadaan perekonomian saat ini. Hal itu, kata dia, ditunjukan semakin perkembangannya perbankan berbasis syariah. 

            Alumnus SMAN 2 Bondowoso ini mengaku, banyak masyarakat memandang ekonomi syariah hanya sebatas di perbankan syariah saja. “Padahal ekonomi syariah tidak hanya perbankan saja, tidak hanya berbicara riba dan semacamnya saja. Tapi lewat ekonomi syariah bisa saling mensejahterakan,” teranganya.

            Sebab, ekonomi syariah itu tidak hanya penumpukan modal atau modal tidak di tabung saja, tapi di distribusikan. Dengan perindustrian modal inilah membuat roda perekonomian ini berputar. Terlebih lagi, ekonomi syariah tidak mengenal bunga, tapi bagi hasil. Bagi hasil inilah menurut pandangan Rona, tidak menguntungkan satu pihak tapi kreditur dan debitur sama-sama untung. Sebab, jika keuntungan yang didapat kecil tidak memberatkan kreditur.

            Masyarakat Bondowoso yang mayoritas muslim, budaya keislaman ada, serta banyak ponpes menerapkan ekonomi syariah ini cocok. Dia pun mengaku untuk saat ini aplikasi ekonomi syariah sulit diterapkan hanya sebatas perbankan syariah. “Namanya masih baru jadi butuh waktu untuk menerapkan system perekonomian syariah di suatu Negara ataupun daerah. Berbeda dengan perekonomian liberalis dan sosialis yang perkembangannya sudah sangat lama,” ucapnya.

            Perempuan 18 tahun ini berpendapat, menerapkan ekonomi syariah mulai dari hal kecil yang ada di masyarakat. Dia mencontohkan bisa dari tingkat RT, dan usaha kecil laundry. Menerapkan ekonomi syariah dari hal terkecil tak hanya mensejahterakan, tapi juga penuh barokah. (dwi/wah)

Sumber: JP-RI Senin 2 Oktober 2017
Diketik ulang oleh : (LD)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar