Mayoret
Tak Harus Cantik
TINGGI, cantil
inilah Amirah Mekhnaz Alhamid yang berposisi mayoret tim drumband persatuan
drum band seluruh indonesia (pdbi) bondowoso. Bagi Mekhnaz tinggi dan cantik
bukan keharusan yang dimiliki mayoret. Terpenting, adalah mampu mengatur, dan
mengkondisikan unit drum bandnya.
Mekhnaz menjadi mayoret sejak SMP, dan berlanjut hingga
duduk dibangku kelas XI SMKN 1 Bondowoso. “benar-benar jadi mayoret itu SPM,
kalau SD dulu pernah tapi dadakan,” katanya. Dia mengaku persepsi masyarakat
mengenai mayoret itu harus cantik, dan tinggi itu salah.
Perempuan berjilbab ini menjelaskan mayoret adalah sebuah
sosok dalam sebuah tim drum band. Sebab, mayoret dan fielcommender adalah
cerminan dari unitnya. Sehingga, kata dia, tugas mayoret itu tidak untuk tebar
pesona kecantikan. “Mayoret itu harus benar-benar siapa yang mengatur barisan
dari unitnya agar bagaimana tetap bagus untuk dilihat,” imbuhnya. Jadi, tambah
dia, mayoret juga harus bisa memperindah unit drum bandnya.
Semisal dalam satu sekolah mencari sosok mayoret itu cukup
mudah. Yakni, siswa ini tegas, bertanggung jawab, dan juga punya cara agar
terlihat cantik dengan memperindah cara permainan drum band. “tegas, dan
tanggung jawab itu sudah cukup,” katanya.
Dia menjelaska, mayoretpun juga tak harus bisa bermain
musik. Yang terpenting harus tau alur, lagu yang dibawakan. Sehingga untuk
mengatur barisan itu terlihat indah, dan sedap dipandang. (dwi/wah)
Sumber: JP-RI SENIN 27 NOVEMBER 2017
DIKETIK ULANG OLEH: (VAP)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar